Hai Gaes ketemu lagi nih sama admin wkwkwk disini admin
mau berbagi informasi mengenai alat-alat musik Dari Bali. Yaps kalian benar,
ini alat musik tradisional adat Bali yang banyak fungsinya yaitu : Digunakan pada upacara
keagamaan di Bali ,pementasan kesenian adat ,untuk mengiringi sebuah tarian
adat bali ,dan lain-lain. Langsung aja Gaes ke pembahasannya
cekidot>>>>
1.
Alat
Musik Gamelan Bali
Tak hanya di Jawa saja, ternyata alat musik gamelan ini juga tergolong populer
di Bali. Selain itu, kebanyakan kesenian tari yang ada di Bali juga diiringi
oleh alat musik ini, bahkan pada pertunjukan wayang inovatif sekarang ini juga
dilengkapi dengan gamelan dan termasuk juga dalam kegiatan keagamaan. Gamelan
sendiri merupakan seperangkat alat musik yang dimainkan oleh banyak orang,
sehingga akan menghasilkan suara atau musik yang mengalun indah dan terkadang
juga menghentak dengan ritme yang sesuai dengan tema dari gamelan tersebut.
Seperangkat
gamelan ini terdiri dari beberapa alat musik seperti: gambang, gong, kempul dan
kendang. Selain kendang, semua bahan untuk pembuatan alat musik gamelan ini
berasal dari tempaan logam yang memiliki kualitas yang tinggi. Dengan demikian,
ketika alat musik tersebut dimainkan maka akan terdengar suara yang nyaring.
Selain itu pada seperangkat gamelan Bali ini juga terdapat sebuah pahatan dari
ornamen Bali.
2.
Alat
Musik Rindik
Rindik adalah merupakan sebuah alat musik tradisional Bali yang
berbahan dasar bambu. Potongan bambu yang utuh dengan panjang yang berbeda-beda
diletakkan secara berjejer sebanyak 11-13 batang. Sehingga setiap batang bambu
tersebut apabila dimainkan maka akan menghasilkan suara yang berbeda-beda.
Bambu yang digunakan untuk alat musik tersebut pun harus dipilih dari batang
yang tidak mudah pecah dan yang menghasilkan suara baik dan nyaring. Jika
dilihat dari bentuknya, alat musik Rindik memang hampir sama dengan angklung.
Cara memainkan alat musik ini yaitu dengan memukul dua tubuh bambu atau pemukul
kayu dan dimainkan dengan dua tangan.
Alat
musik rindik juga sering digunakan sebagai pengiring dalam tari joged bumbung
yang merupakan sebuah kesenian yang banyak diminati oleh masyarakat Bali. Dalam
perkembangannya, sekarang ini alat musik Rindik dimainkan juga di hotel
ataupun restaurant untuk
menemani kegiatan para wisatawan yang sedang bersantai di tempat tersebut.
3.
Alat
Musik Ceng-ceng
Seperti pada namanya, alat musik ceng-ceng apabila dimainkan
alan menghasilkan suara “ceng” dengan ritme-ritme tertentu sebagai pelengkap
sebuah gamelan ataupun dalam tubuh Rindik. Ceng-ceng sendiri merupakan sebuah lempeng
logam yang berbentuk piringan atau simbal yang terbuat dari bahan dasar tembaga
yang berkualitas tinggi, sehingga jika dimainkan akan menghasilkan suara yang
nyaring. Selain itu alat musik ceng-ceng juga digunakan untuk melengkapi
sejumlah permainan kesenian musik tradisional Bali seperti dalam pementasan
semar pegulingan, gong kebyar, pelegongan, barongan, gong gede dan baleganjur.
Untuk
memainkan alat musik yang satu ini pun ada dua cara yang berbeda. Pertama,
yaitu dimainkan dengan memadukan kedua simbal tersebut. Cara memainkan yang
lainnya yaitu seperti dalam ceng-ceng ricik yang ukurannya lebih kecil.
Biasanya 6 buah simbal kecil yang dipasang menghadap ke atas diatas balok yang
berbentuk kura-kura, kemudian dipadukan (dipukulkan) dengan 2 buah simbal
kecil, dan biasanya juga sama-sama dimainkan dengan kedua tangan. Dalam sebuah
performa gamelan atau tabuh, peran alat musik ceng-ceng sangat penting dan
begitu mencolok pada bunyinya.
4. Alat Musik Pereret
Alat musik tradisional dari Bali yang satu ini jarang ditemukan penggunanya dan
juga tidak terlalu terkenal bagi kebanyakan orang Bali, padahal Pereret adalah
alat musik yang tertua jika dibandingkan dengan yang lainnya. Jika dilihat dari
bentuknya, Pereret memang seperti sebuah terompet. Akan tetapi pada alat musik
ini terdapat sebuah ornamen Bali yang merupakan ciri khas tersendiri dan
biasanya Pareret sering dimainkanuntuk mengiringi pertunjukan Sewo Gati.
Perlu juga diketahui bahwa alat musik tradisional kuno ini terbuat dari kayu dengan ukuran memanjang, sehingga akan menghasilkan suara yang syahdu dan merdu yang bagus untuk dinikmati. Secara spiritual, alat musik pereret ini dianggap memiliki kekuatan magis, apalagi jika dimiliki oleh orang yang memang memiliki tingkat spiritual yang tinggi melalui upacara sakral. Selain itu juga dipercaya bisa sebagai pengasih (mengguna-gunai) menghantar cinta seorang pejaka kepada gadis yang dicintainya.
Alat Musik Genggong
Alat musik tradisional dari Bali
bernama Genggong ini terbilang sangat langka, karena dibuat dari pelepah pohon
enau yang sudah tua. Untuk memainkan alat musik yang satu ini yaitu dengan cara
ditiup pada bagian membrannya, sehingga akan menghasilkan bunyi getar dan
suaranya pun mirip dengan katak. Kemudian untuk mengolah bunyinya yaitu dengan
memanfaatkan benang yang ditarik ke samping. Selain itu juga perlu menggunakan
rongga mulut peniupnya sebagai resonantor untuk membesarkan atau mengecilkan,
sesuai nada rendah dan tinggi yang diinginkan. Apabila berbagai Genggong
dimainkan secara bersamaan, maka maka akan seperti suara katak yang
bersahut-sahutan pada malam hari dan seperti bernuansa riang dan gembira.
Mungkin
alat musik ini sangat asing terdengar ditelinga, namun dengan demikian Genggong
merupakan alat musik yang harus tetap dilestarikan karena saat ini
keberadaannya semakin pudar dan tidak banyak orang yang bisa memainkannya.
Namun, untuk sekarang ini Genggong justru malah sering digunakan sebagai souvenir
atau oleh-oleh berupa kerajinan khas Bali bagi para wisatawan yang liburan di
Pulau Dewata.
No comments:
Post a Comment